Kamis, 11 Juli 2019

Makalah Pengantar Manajemen "PENGENDALIAN"


MAKALAH
PENGANTAR MANAJEMEN
“PENGENDALIAN”







DOSEN : ROIS ARIFIN, SE.,MM,
DISUSUN OLEH KELOMPOK 13 :
ANDINI HIDAYATI   21801082184
MEGA RISKYA PUTRI 21801082185
AGUSTIN NILAMSARI 21801082195

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PRODI AKUNTANSI
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
TAHUN PELAJARAN 2018/2019




KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdulilah, puji syukur kepada tuhan yang maha kuasa, karena atas limpahahan rahmatnya sehingga penulisan makalah pengantar manajemen yang berjudul “ Pengendalian” ini dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan kelompok 13 oleh dosen pengempu mata kuliah pengantar manajemen Rois Arifin, SE.,MM, makalah ini di tulis dari hasil penyusunan data-data sekunder yang berkelompok 13 peroleh dari buku-buku, artikel-artikel serta informasi dari media sosial yang berhubungan dengan koordinasi dan rentang manajemen, tak lupa penyusun ucapkan terimakasih kepada pengajar mata kuliah pengantar manajemen atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini. Serta kepada rekan-rekan Mahasiswa yang telah bekerja sama sehingga dapat diselesaikan makalah ini.
 Akhir dari kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam upaya penyelesaian makalah ini. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran demi perbaikan dan penyempurnaan makalah ini tersebut. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan dan bermanfaat bagi semua pembaca,Amin.
Wassalamualaikum Wr. Wb

Malang, 21 Juni 2019


Penulis







DAFTAR ISI

DAFTAR ISI
Halaman
Sampul Dalam ………………………………………………………………………...i
Kata Pengantar ………………………………………………………………………..ii
Daftar isi……………………………………………………………………........……iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………......
1.1.Latar Belakang………………………………………………....................………..1
1.2.Perumusan Masalah……………………………………………..........................…1
1.3.Tujuan Penulisan……………………………………………….......................……2
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………
2.1. Pengertian Pengendalian……………………..............................…………………2
2.2. Elemen Pengendalian……………………………………...........................………3
2.3. Jenis-jenis Pengendalian…………………………………..............................……4
2.4. Rancangan Proses Pengendalian……………………........................................…..7
2.5. Karakteristik Pngendalian Yang Efektif…………..........................................…….8
BAB III PENUTUP………………………………………………………………..
3.1. Kesimpulan………………………………………...............………………………10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………….......12





BAB 1
PENDAHULAN

1.1 Latar Belakang
    Di antara beberapa fungsi manajemen, perencanaan (planning) dan pengendalian (controlling) memiliki pern yang sangat penting. Hubungan antara perencanaan dan pengendalian adalah sangat erat. Dalam perencanaan, aktivitas organisasi, tujuan utama dan sasaran, serta metode untuk mencapainya ditetapkan dengan jelas. Dalam pengendalian, mengukur kemajuan ke arah tujuan tersebut dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tersebut tepat pada waktunya untuk melakukan tindakan perbaikan sebelum penyimpangan menjadi jauh.

Robert J. Mokler (1972: 2) memberikan batasan pengendalian yang meekankan elemen esensial proses pengendalian dalam beberapa langkah, meliputi hal berikut :
 Management control is a systematic effort to set performance standards with planning objectives, to design information feedback systems to compare actual performance with these predetermened standards, to determine whether there are any deviations and to take any action required to assure that all corporate resources are being used in the most effective and efficient way possible in achieving corporate objectives.

1.2 Perumusan Masalah
 Dari latar belakang yang telah dipaparkan tadi tentu akan timbul rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini, antara lain :
Apa pengertian pengendalian?
Apa saja elemen pengendalian?
Apa saja jenis-jenis pengendalian?
Apa saja rancangan proses pengendalian?
Apa saja karakteristik pengendalian yang efektif?



1.3 Tujuan Penulisan

Dalam penyusunan Makalah ini, penulis mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
Untuk mengetahui pengertin pengendalian
Untuk mengetahui apa saja elemen dalam pengendalian
Untuk mengetahui jenis-jenis pengendalian
Untuk mengetahui rancangan proses pengendalian
Untuk mengetahui karakteristik dalam pengendalian



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengendalian
Pengendalian Manajemen adalah suatu sistematik untuk menetapkan standar kinerja dengan sasaran perencanaa, mendesain system umpan balik informasi, membandingkan kinerja actual dengan standar yang telah ditetapkan, menentukan apakah terdapat penyimpangan, dan mengukur signifikansi penyimpangan tersebut, dan mengambil tindakan perbaikan yang di perlukan.

  • Menurut suadi (1999:8-9) system pengendalian manajemen adalah sebuah system yang terdiri beberapa subsistem yang saling berkaitan, yaitu : Pemrograman, penganggaran, akuntansi, pelaporan, dan pertanggung jawaban untuk membantu manajemen mempengaruhi orang lain dalam sebuah perusahaan, agar mau mencapai tujuan perusahaan melalui strategi tertentu secara efektif dan efisien.


  • Menurut horgren, dkk (2006) mendifinisikan system pengendalian manajemen sebagai berikut : “ Management control system is means of gathering data to id and coordinate the process of making decisions throughout the organization”.


  • Sedangkan menurut Earl P Strong pengendalian adalah proses pengaturan berbagai factor dalam suatu perusahaannya  sesuai dengan ketetapan-ketetapan dalam rencana.


  • Menurut Harold Koonz pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah di buat untuk mencapai tujuan perusahaan.


  • Dan sedangkan menurut R. Terry pengendalian dapat definisikan sebagai proses penentuan, apa yang sedang di lakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan dan apabila perlu melakukan perbaikan-perbaikan sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selaras dengan standar.


Berdasarkan batasan di atas, terdapat empat langkah dalam pengendalian, yaitu sebagai berikut :

  1. menetapkan standar dan metode untuk pengukuran kinerja (estabilish standard and methods for measuring performance)
  2. mengukur kinerja  (measure the performance)
  3. langkah mengukur kinerja merupakan proses yang berlanjut dan repetitif dengan frekuensi actual bergantung pada jenis aktivitasnya yang sedang di ukur.
  4. Membandingkan kinerja sesuai dengan standar (compare the performance match with the standar)
  5. Mengambil tindakan perbaikan (take corrective action)


2.2 Elemen Pengendalian

Dalam setiap system pengendalian, terdapat empat elemen pokok yang satu sama lain berlangsung dalam urutan yang kronologis dan kontinu serta di antara keempat elemen pokok tersebut berhubungan. Keempat elemen pokok pengendalian yang dimaksud adalah :

  1. Kondisi atau karakteristik yang dikendalikan;
  2. Intrumen atau metode sensor untuk mengukur kondisi atau karakteristik yang dikendalikan
  3. Kelompok, unit, atau instrumental kendali yang akan membandingkan data yang diukur dengan pekerjaan yang direncanakan dan mengarahkan mekanisme perbaikan untuk memenuhi kebutuhan;
  4. Kelompok atau mekanisme yang bergerak dan mampu mengadakan inovasi dalam system opersi.

Elemen pertama adalah kondisi dan karakteristik aktivitas yang akan dilakukan pengendalian. Elemen yang kedua, intrumen atau metode sensor untuk mengukur kondisi atau karakteristik yang dikendalikan sehingga hal-hal yang kurang mendukung tercapainya tujuan dan aktivitas yang telah di tetapkan dapat diadakan penyaringan seperlunya. Elemen ketiga meliputi penentuan kebutuhan untuk mengambil tindakan perbaikan dan penyampaian informasi yang benar. Elemen keempat yaitu implementasi tindakan perbaikan.
faktor yang menentukan pentingnya pengendalian :

  • Perubahan dalam lingkungan organisasi
  • Kompleksitas organisasi
  • Kesalahan yang sering terjadi

Dampak delegasi wewenang

  • Elemen pengendalian
  • Kondisi dan karakteristik aktivitas yang akan dikendalikan
  • Instrumen atau metode sensor untuk mengukur kondisi atau karakteristik yang dikendalikan
  • Penentusn kebutuhan untuk mengambil tindakan perbaikan dan penyampian informasi yang benar
  • Implentasi tindakan perbaikan.


2.3 Jenis-jenis Pengendalian
Ditinjau dari system pelaksanaanya, pengendalian dapat diklasifikasikan menjadi system pengendalian umpan balik, pengendalian umpan maju, pengendalian pencegahan.

1. Sistem pengendalian umpan balik

System pengendalia umpan balik beroperasi dengan pengukuran yang beberapa aspek proses yang sedang dikendalikan dan perbaikan proses apabila ukuran menunjukkkan bahwa proses menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Pengendalian ini memantau operasi proses maupun masukan dalam suatu usaha untuk menerka penyimpangan yang potensial.
Pada umumnya dalam organisasi, proses pegendalian yang di tempuh oleh manajer meliputi penetaapn hasil yang diinginkan, penentuan prediktor hasil, penentuan standar atas prediktor dan hasil, penentuan jaringan informasi dan umpan baik, serta penilaian informasi dan pengendalian tindakan perbaikan ( stoner dan wankel, 1956 : 580-582 )
Sistem pengendalian umpan balik biasanya terdiri atas 5 komponen berikut :

  1. Proses operasi yang mengolah masukan menjadi keluaran.
  2. Karakteristik proses yang merupakan subjek pengendalian.
  3. Sistem pengukuran yang menentukan kondisi dan karakteristik.
  4. Serangkaian standar atau kriteria dimana kondisi proses yang di ukur dengan standar atau kriteria yang selanjutnya diadakan evaluasi.
  5. Pengatur yang fungsinya untuk membandingkan standar karakteristik proses dengan standar yang mengambil tindakan untuk adaptasi proses apabila perbandingan tersebut menunjukkan terjadinya penyimpangan proses dari rencana yang telah ditetapkan.


2. Sistem Pengendalian Umpan Maju

Salah satu kelemahan utama system pengendalian umpan balik adalah bahwa system tersebut tidak memberikan peringatan suatu penyimpangan sebelum hal tersebut nenjadi cukup berarti. Dampaknya, penyimpangan yang memakan biaya besar dapat berlangsung terus atau semakin buruk sebelum tindakan perbaikan yang efektif dilaksanakan. Hadirnya system pengendalian umpan maju dengan maksud untuk bertindak secara langsung pada permasalahan tersebut mencoba mencegah sebelum penyimpangan ini  terjadi lagi.
     Sistem pengendalian umpan maju memiliki komponen yang samaa dengan system pengendalian umpan balik, yaitu


  1.  Proses operasi yang mengolah masukan menjadi keluaran.
  2. Karakteristik proses yang merupakan subjek pengendalian.
  3. Sistem pengukuran yang menentukan kondisi dan karakteristik.
  4. Serangkaian standar atau kriteria dimana kondisi proses yang di ukur dengan standar atau kriteria yang selanjutnya diadakan evaluasi.
  5. Pengatur yang fungsinya untuk membandingkan standar karakteristik proses dengan standar yang mengambil tindakan untuk adaptasi proses apabila perbandingan tersebut menunjukkan terjadinya penyimpangan proses dari rencana yang telah ditetapkan.


3. Sistem Pengendalian Pencegahan

     Dua system pengendalian yang telah dideskripsikan di atas, baik system pengendalian umpan balik maupun system pengendalian umpan maju, berfungsi secara ekstern terhadap proses yang sedang dikendalikan, memantau operasi, dan terlihat dalam mengambil tindakan perbaikan apabila terjadi penyimpangan dari rencana yang telah ditetapkan. Sebaliknya, system pengendalian pencegahan adalah kebijakan dan prosedur yang sebenarnya merupakan bagian dari proses tersebut. Pengendalian pencegahan merupakan pengendalian intern organisasi.
      Ditinjau dari waktu pelaksanaannya, pengendalian dapat dibedakan menjadi empat jenis pokok, yaitu pengendalian sebelum tindakan, kemudi, penyaringan atau pengendalian ya atau tidak, dan sesudah tindakan (Newman, 1975: 69) dan (stoter dan Wankel, 1986 : 578-579)

a. Pengendalian Sebelum Tindakan (Preaction Controls)
     Pengendalian sebelum tindakan sering disebut sebagai pengendaliann pendahuluan (Precontrol). Pengendalian memastikan bahwa sebelum tindakan dimulai maka sumber daya manusia, bahan, dan finansial yang diperlukan telah dianggarkan. Dengan demikian, apabila kegiatan dilakukan, sumber daya tersebut tersedia, baik jenis, kualitas, kuantitas, maupun tempat sesuai dengan kebutuhan. Anggaran biasanya digunakan untuk kepentingan ketenagakerjaan maupun sebagai penunjang sarana produksi tertentu.

b. Pengendalian kemudi (Steering Controls)
      Istilah pengendalian ini berasal dari system kemudi sebuah mobil. Di mana sopir
mengemudikan mobilnya untuk mencegah agar tidak keluar dari jalur yang telah ditetapkan. Pengendalian ini dirancang untuk mendeteksi penyimpangan dari standar atau tujuan tertentu dan memungkinkan pengambilan tindakan perbaikan sebelum suatu urutan kegiatan tertentu diselesaikan.

c. Penyaringan  atau Pengendalian  Ya/Tidak (Screening or Yes/No Controls)
      Karena pengendalian kemudi merupakan sarana untuk mengambil tindakan perbaikan, sementara suatu program masih berjalan maka pengendalian penyaringan berguna sebagai alat kendali ganda sekaligus menyempurnakan pengendalian kemudi.

d. Pengendalian setelah tindakan (Post Action Controls)
      Pengendalian ini berusaha untuk mengukur hasil atas suatu kegiatan telah diselesaikan. Penyebab penyimpangan dari rencana atau standar yang telah ditentukan dan temuan tersebut diaplikasikan pada aktivitas yang sama dimasa yang akan datang.

2.4 RANCANGAN PROSES PENGENDALIAN.
            Untuk merealisasikan tujuan, manajer organisasi bisnis maupun organisasi umum perlu melalui tahapan tertentu meliputi aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian. Pada umumnya dalam organisasi, proses pengendalian yang ditempuh oleh manajer meliputi penetapan hasil yang diinginkan, penentuan prediktor hasil, penentuan standar atas prediktor dan hasil, penentuan jaringan informasi dan umpan balik, serta penilaian informasi dan pengendalian tindakan perbaikan. (Stoner dan Winkel, 1986 : 580-582)

  • Menentapkan hasil yang diinginkan

   Manajer harus menetapkan hasil yang ingin dicapai spesifik mungkin. Karena tujuan yang dirumuskan terlalu umum akan menimbulkan kekeburan. Penerapan tujuan seperti meningkatkan produktivitas, menaikan harga produk, dan meningkatkan pelayanan terlihat kabur.
Menentukan prediktor hasil
   Hadirnya pengendalian kemudi dimaksudkan agar manajer dapat memperbaiki penyimpangan sebelum serangkaian aktivitas diselesaikan. Oleh karena itu penyimpangan yang dideteksi oleh pengendalian kemudi haruslah merupakan prediktor hasil. Indikator peringatan awal yang dapat membantu manajer dalam mengestimasi apakah tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud atau tidak menurut Newman meliputi hal-hal berikut :

a. Pengukuran masukan
Suatu perubahan dalam memasukan kunci akan memberikan isyarat kepada manajer bahwa ia perlu mengadakan perubahan terhadap rencananya, atau mengambil beberapa tindakan perbaikan.

b. Hasil tetap awal
Apabila hasil tahap awal ternyata lebih baik dari pada yang diharapkan atau sebaliknya, mungkin perlu dilakukan penilaian kembali dan tindakan yang tepat dapat diambil.

c. Gejala
Gejala adalah kondisi yang tampaknya berhubungan dengan hasil akhir tetapi tidak langsung mempengaruhi hasil tersebut.

d. Perubahan dalam kondisi yang diasumsikan
Estimasi awal yang didasarkan atas anggapan bahwa kondisi yang normal akan berlaku.


  • Menentukan standar atas prediktor dan hasil.

Suatu standar memiliki dua tujuan pokok yaitu :

  1. Untuk memotivasi agar karyawan dapat berprestasi tinggi, dan
  2. Berfungsi sebagai patokan atas kinerja aktual yang akan dibandingkan.


  • Menentukan jaringan informasi dan umpan balik

Tahap ini adalah menentukan sarana untuk mengumpulkan informasi mengenai prediktor dan sarana untuk sarana untuk membandingkan prediktor dan standar.Untuk mencegah agar manajer tidak tenggelam dalam komunikasi mengenai permasalahan, seringkali komunikasi pengendalian ini didasarkan atas prinsip manajemen berdasarkan pengecualian.

  • Menilai informasi dan pengembalian tindakan perbaikan.

Tahap ini menyangkut pembandingan prediktor dengan standar, penetapan mengenai tindakan apa yang perlu diambil, dan kemudian pengambilan tindakan tersebut.


2.5 KARAKTERISTIK PENGENDALIAN YANG EFEKTIF
            Pengendalian sebagai suatu system, seperti halnya sistem-sistem yang lain memiliki karakteristik tertentu. Namun demikian, arti penting karakteristik tersebut berlaku relatif, artinya pada kondisi yang berbeda, karakteristik itupun berbeda pula. Secara umum pengendalian efektif mempunyai karakteristik sebagai berikut.

  • Akurat

Informasi atas kinerja harus akurat. Ketidakakuratan dari suatu system pengendalian dapat mengakibatkan organisasi mengambil tindakan yang akan menemui kegagalan untuk memperbaiki suatu permasalahan atau menciptakan permasalahan baru.

  • Tepat Waktu

Informasi harus dihimpun, diarahkan, dan segera dievaluasi jika akan diambil tindakan tepat pada waktunya guna menghasilkan perbaikan.

  • Objektif Dan Komperhensif

Informasi dalam suatu pengendalian harus muda dipahami yang dianggap objektif oleh individu
Objektif dan Komprehensif (Objective and Comprehensible) dalam suatu sistem pengendalian harus mudah dipahami dan dianggap objektif oleh Individu yang mcnggunnkannya. Maka objektif sistem pengendalian, makin besar kemungkinan bahwa individu dengan sadar dan efektif akan merasa puas informasi yang diterima, demikian pula sebaliknya. sistem informasi yang sulitdipahami akan mengakibatkan bias yang tidak perlu dan kebingungan atau frustrasi di antara  karyawan.


  • Dipusatkan pada Tempat Pengendalian Strategi (Focused on Strategic Control Points) sistem  pengendalian strategis sebaiknya dipusatkan pada bidang yang paling banyak kemungkinan akan terjadi penyimpangan dan standar atau yang akan menimbulkan kerugian yang paling besar. Selain itu, sistem  pengendalian strategi sebaiknya diputuskan pada tempat di mana tindakan perbaikan dapat dilaksanakan secara selektif mungkin




BAB III

3.1 KESIMPULAN

1. Pangendalian dapat didefinisikan sebagai sumber proses yang sistematis untuk mengevaluasi apakah aktivitas-aktivitas organisasi telah dilaksanakann sesuai dengan yang telah ditetapkan dan apa bila belum dilaksankan diagnosa faktor penyebabnya, untuk selanjutnya diambil tindakan perbaikan

2. Dalam  setiap sistem pengendalian terdapat empat elemen pokok sebagai  berikut :

  • Kondisi atau karakteristik yang dikendalikan,
  • Instrumen atau metode sensor,
  • Unit atau instrument pengendalian, dan 
  • Kelompok atau mekanisme penggerak.

3. Ditinjau dari sistem pelaksanaanya, pengendalian dapat diklasifikasikan menjadi :

  • Sistem pengendalian umpan balik
  • Sistem pengendalian umpan maju, dan
  •  Sistem pengendalian pencegahan

4. Sedangkan klarifikasi menurut waktu pelaksanaan dibagi menjadi :

  • Pengendalian sebelum tindakan,
  • Pengendalian kemudian,
  • Pengendalian atau penyaringan ya/tidak, dan
  • Pengendalian sesudah tindakan.


5. Proses pengendalian meliputi aktivitas:

  • Menentukan hasil yang diinginkan
  • Menentukan prediktor hasil,
  • Menentukan standar atas prediktor dan hasil,
  • Menentukan jaringan informasi dan umpan balik
  • Menilai informasi dan pengembalian tindakan perbaikan,

6. Karakteristik pengendalian yang efektif  meliputi:

  • Akurat;
  • Tepat waktu;
  • Objektif dan komprehensif;
  • Dipusatkan pada tempat pengendalian strategis;
  • Secara ekonomi realistik;
  • Secara organisasi realistik;
  • Dikoordin tinasikan dengan arus pekerjaan organisasi;
  • Fleksibel;
  • Preskriptif dan operasional;
  • Diterima para anggota organisasi.




DAFTAR PUSTAKA
Siswanto. 2018. Pengantar Manajemen. (Edisi ke-15). Jakarta : PT Bumi Aksara

Rabu, 25 Maret 2015

Danau Ranau

Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Sumatra. Danau ini terbentuk akibat gempa bumi yang dahsyat dan letusan gunung vulkanik. Sebuah sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung vulkanik berubah menjadi jurang. Berbagai jenis tanaman termasuk semak belukar yang secara lokal dikenal sebagai Ranau, tumbuh di tepi danau dan sisa-sisa gunung menjadi Gunung Seminung, yang berdiri menjulang di samping danau yang memiliki air bersih ini.

Danau ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat di Propinsi Lampung dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan di Sumatera Selatan. Danau ini memiliki cuaca dingin. Pulau Marisa terletak di tengah danau. Memiliki mata air panas alami. Pulau ini juga memiliki air terjun dan sawah yang luas, dan sebagian besar lahan ditutupi oleh hutan dan dihuni oleh beberapa primata.

Danau Ranau terkenal dengan ikan-ikannya yang berukuran besar. Anda bisa membeli ikan langsung dari nelayan dan menikmati keindahan Danau Ranau sambil makan ikan bakar dan menikmati secangkir teh hangat. Jangan lupa untuk mampir di sumber air panas di Pulau Marisa.

Selasa, 24 Maret 2015

Caution

Recoording the film is prohibited.
It is considered piracy.
Piracy is crime

Short Message

To : Tika

I'll arrive at railway station in about 30 minutes.
Pick me up at 07:00 pm. will you?
see you there

Riana

Greeting Card

CONGRATULATIONS!
On your succes graduated Golden Junior High School
Hopefully, you are be successful people
School Commeittee

Report

The beach is located in Jakarta where you can find a place to walk along, enjoy the breezy air and do some sports like beach volleyball, jogging, aerobics, swimming and jet skiing. Ancol Beach Garden is the places to relax with your friends and forget the abaout your busy days for a while. The Ancol Beach Garden provides fun activities such as water cycling ang fishing or jet skiing and sailing happily along the the Jakarta bay.

sentences

Do you want to use the charger and softest vehicles?
You must to choose the train
A train is longer than the other vehicle
because of this, it can hold many passengers
it can carry more than 300 passengers